Kepala SMPN 20 Padang, Atria Liyustari, S.Si, mengatakan, sebelum siswa bergabung dalam kelas digital maupun bilingual, pihak sekolah terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada orang tua agar memahami tujuan dan mekanisme pelaksanaan program tersebut.
"Wali murid kami panggil terlebih dahulu agar mengetahui tujuan kelas digital dan kelas bilingual. Siswa yang masuk juga sudah melalui proses seleksi, dan kami tidak mewajibkan mereka memiliki laptop, tablet maupun telepon genggam pribadi," kata Atria saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, pembelajaran digital memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di sekolah, seperti panel interaktif serta Google Classroom sebagai media pembelajaran. Melalui platform tersebut, siswa dapat mengakses modul maupun materi pelajaran dari rumah.
Saat ini, penerapan pembelajaran digital di SMPN 20 Padang diperkirakan telah mencapai sekitar 75 persen. Namun, sekolah masih menghadapi kendala pada jaringan internet sehingga berencana menambah sumber jaringan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.
Pada tahun ajaran ini, SMPN 20 Padang membuka masing-masing satu kelas digital untuk tingkat VII dan VIII, serta satu kelas bilingual di masing-masing jenjang tersebut.
Atria menjelaskan, pembelajaran di kelas digital lebih banyak memanfaatkan media interaktif berbasis teknologi, seperti permainan edukatif, video pembelajaran, hingga kuis digital. Kendati demikian, siswa tidak diwajibkan membawa telepon genggam ke sekolah.
"Kalaupun diperlukan menggunakan handphone untuk menonton video atau mengerjakan kuis, pengelolaannya tetap di bawah pengawasan guru," ujarnya.
Sementara itu, untuk kelas bilingual, proses pembelajaran menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris secara bertahap. Mengingat jumlah guru bahasa Inggris masih terbatas, sekolah memberikan pelatihan kepada guru mata pelajaran lain agar dapat menggunakan percakapan sederhana dalam bahasa Inggris saat membuka, menutup maupun memberikan penguatan dalam pembelajaran.
Selain penguatan akademik, SMPN 20 Padang juga menaruh perhatian besar terhadap pembentukan karakter siswa, terutama dalam mencegah perundungan (bullying).
Setiap pagi, sekolah melaksanakan kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang diisi dengan berbagai pesan moral, termasuk edukasi mengenai bahaya bullying. Sekolah juga menyediakan layanan pengaduan secara manual melalui kotak pengaduan maupun secara digital melalui tautan yang dibagikan kepada seluruh siswa.
"Kami ingin siswa memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan perundungan," katanya.
Dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMPN 20 Padang juga menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, perundungan, serta kenakalan remaja.
Atria menyebutkan, SMPN 20 Padang juga mengikuti program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang difasilitasi Dinas Pendidikan. Program tersebut menjadi salah satu langkah sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bebas diskriminasi.
Ia menambahkan, keberagaman menjadi salah satu karakteristik SMPN 20 Padang. Pada tahun ajaran ini, terdapat 78 siswa nonmuslim yang bersekolah di SMPN 20 Padang, sehingga sekolah terus menanamkan nilai toleransi tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku.
"Di sekolah kami tidak ada perbedaan antara siswa muslim dan nonmuslim ataupun berdasarkan suku. Semua memiliki tujuan yang sama untuk belajar dan berkembang bersama," ujarnya.
Di akhir wawancara, Atria berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak. Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga harus diperkuat di rumah.
Ia mengimbau para orang tua untuk aktif memantau perkembangan anak, memberikan ruang untuk bercerita, serta segera berkomunikasi dengan wali kelas apabila melihat adanya perubahan perilaku pada anak.
"Dengan komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua, persoalan yang dihadapi anak dapat lebih cepat diketahui dan diselesaikan bersama," tutupnya.


0 Komentar