Padang|MT.com – Memasuki hari keempat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMAN 3 Padang menggelar Parade Ekstrakurikuler (Ekskul) sebagai upaya memperkenalkan berbagai wadah pengembangan bakat dan minat kepada peserta didik baru, Kamis (16/7/2026).
Kepala SMAN 3 Padang, Zahroni, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menampilkan lebih dari 20 ekstrakurikuler yang dimiliki sekolah. Beragam penampilan ditampilkan, mulai dari Pasukan Pengibar Bendera (PBB), musik tradisional, musik modern, olahraga, hingga parade olimpiade akademik.
"Melalui parade ini, siswa baru dapat melihat langsung berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Setelah penampilan selesai, masing-masing ekskul membuka stan untuk menerima dan memberikan informasi kepada adik-adik kelas X agar mereka dapat memilih kegiatan sesuai bakat dan minatnya," ujar Zahroni saat diwawancarai di ruang kepala sekolah.
Menurutnya, seluruh kegiatan dipandu oleh guru pendamping sesuai bidang masing-masing. Guru seni membimbing ekstrakurikuler seni, guru Pendidikan Pancasila membina PBB, sementara guru olahraga mendampingi cabang olahraga. Setiap guru membina sedikitnya satu ekstrakurikuler sebagai bentuk pembinaan karakter dan pengembangan potensi siswa.
Selain memanfaatkan tenaga pendidik di sekolah, pada hari-hari sebelumnya SMAN 3 Padang juga menghadirkan narasumber dari Puskesmas, Polsek, serta alumni sebagai inspirasi bagi peserta MPLS.
Zahroni menjelaskan, pelaksanaan MPLS tahun ini mengusung konsep "MPLS Ceria dan Ramah". Selama empat hari pelaksanaan, para siswa baru menunjukkan antusiasme tinggi dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan gembira di bawah pengawasan guru.
"Alhamdulillah, anak-anak merasa senang mengikuti MPLS. Semua kegiatan dikawal dan diawasi oleh guru sehingga berlangsung dengan baik," katanya.
Ia berharap peserta didik baru dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Mengingat mereka berasal dari berbagai latar belakang sekolah, budaya, agama, dan keluarga yang berbeda, masa pengenalan ini diharapkan menjadi sarana membangun kebersamaan dan saling menghargai.
"Kami berharap mereka cepat beradaptasi, saling menghormati, dan menganggap SMAN 3 Padang sebagai rumah kedua mereka," ungkapnya.
Menanggapi peristiwa yang sempat terjadi di salah satu sekolah di Kota Padang, Zahroni mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat edukasi dan pengawasan terhadap pergaulan peserta didik.
"Kami mengimbau agar semua pihak memberikan edukasi serta perhatian terhadap pergaulan anak-anak. Semoga lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," tutupnya. (Bunga,)


0 Komentar