Padang|MT.com – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatera Barat merayakan Milad ke-94 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, pada Sabtu (2/5). Perayaan yang mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya” ini menjadi momen istimewa karena dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Imigran RI, Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Ketua PWPM Sumbar, Ade Herdiwansyah, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya. Menurutnya, kehadiran pimpinan tertinggi Pemuda Muhammadiyah untuk kedua kalinya ini memiliki makna mendalam. “Ini kebanggaan tersendiri, apalagi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah juga memiliki hubungan istimewa dengan Sumbar. Beliau memiliki sumando urang awak, di mana istrinya merupakan warga asli Kota Bukittinggi,” ujar Ade saat membuka acara.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Acara, Riko Andrian Putra, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta kehadiran para tamu undangan. Acara yang dihadiri sekitar 150 orang ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, Mahdianur, yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat.
Mewakili Gubernur, Mahdianur menyampaikan apresiasi atas loyalitas dan dedikasi kader Pemuda Muhammadiyah yang dinilainya telah mewarnai berbagai gerakan kemasyarakatan sejak lama. Namun, ia juga menyoroti tantangan berat yang kini dihadapi generasi muda, mulai dari penyebaran paham yang menyimpang, kenakalan remaja, tawuran, hingga bahaya narkoba. “Peran pemuda sangat dibutuhkan untuk ikut menangani persoalan-persoalan ini demi masa depan bangsa,” tegasnya.
Perayaan Milad ini juga diwarnai kabar gembira sekaligus kebanggaan bagi keluarga besar Pemuda Muhammadiyah Sumbar. Salah satu kadernya, Herman Syahkiki, S.H., M.H., resmi menyandang gelar Doktor Hukum Islam dengan predikat Cumlaude. Prestasi ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa kader Pemuda Muhammadiyah mampu bersinar di bidang akademik.
Dalam orasi utamanya, Dzulfikar Ahmad Tawalla mengajak seluruh kader untuk senantiasa menjaga semangat ta’awun (saling membantu) dan takaful (saling menanggung beban). Ia juga menekankan pentingnya mengaitkan gerakan organisasi dengan keilmuan. “Gerakan Muhammadiyah tidak boleh terlepas dari ilmu pengetahuan. Lihatlah masyarakat Minang yang berani merantau ke seluruh penjuru dunia. Keberanian itu lahir karena mereka memiliki ilmu, keterampilan, dan pengetahuan. Kita tidak boleh hanya mencari kebenaran agama, tetapi juga harus menghadirkan Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam di tengah kesulitan yang dihadapi umat,” ujar Tawalla.
Ia juga mengangkat sejarah hubungan erat antara Sulawesi Selatan dan Ranah Minang, khususnya melalui peran tokoh penyebar agama Islam, Datuk ri Bandang, yang berperan besar dalam menyebarkan ajaran Islam di Kerajaan Gowa.
Sebagai tanda dukungan dan perhatiannya, Dzulfikar memberikan kejutan istimewa kepada PWPM Sumbar berupa bantuan 100 seragam untuk Korps Komando Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat peran dan kesiapan kader dalam menjalankan tugas organisasi di tengah masyarakat.(Bg)


0 Komentar