Right Button

test
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MATA TINTA NUSANTARA

Operasi Singgalang 2026: Polisi Gandeng Edukasi, Fatalitas Laka Turun Meskipun Kejadian Naik

Sumbar| MT.com -- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat merilis hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) pelaksanaan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 yang berakhir pada Minggu (15/2/2026). Secara umum, data menunjukkan adanya pergeseran tren lalu lintas di wilayah hukum Polda Sumbar, di mana upaya edukasi meningkat tajam namun angka kecelakaan masih mengalami kenaikan.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama operasi tercatat sebanyak 93 kejadian. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan periode tahun 2025 yang mencatatkan 74 kejadian. Meski demikian, angka fatalitas atau korban meninggal dunia berhasil ditekan sebesar 27 persen, dari 14 jiwa pada tahun lalu menjadi 11 jiwa pada tahun ini.

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol H. M Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kepolisian saat ini lebih mengedepankan langkah pre-emtif dan preventif dibandingkan penegakan hukum (gakkum) yang bersifat represif.

“Fokus kami dalam Operasi Keselamatan 2026 ini adalah pada edukasi dan pencegahan. Terlihat ada kenaikan kegiatan penyuluhan di ruang publik hingga 67 persen dan edukasi melalui media sosial yang naik 33 persen. Kami ingin membangun kesadaran dari dalam diri pengendara, bukan sekadar takut karena ditilang,” ujar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq dalam keterangannya, Minggu (15/2).

Reza menambahkan, meski angka kecelakaan naik, penurunan angka korban meninggal dunia menunjukkan bahwa kualitas kecelakaan tidak sefatal tahun sebelumnya.

“Pelanggaran masih didominasi oleh pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm SNI sebanyak 694 kasus, serta pengemudi roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengaman sebanyak 214 kasus. Kami terus mengimbau masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, turut menambahkan terkait hasil evaluasi ini. Ia menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak di bawah umur, mengingat data korban kecelakaan didominasi oleh remaja usia 15-19 tahun.

“Kami mencatat korban laka lantas terbanyak berasal dari kalangan pelajar dan remaja. Oleh karena itu, kami meminta kerja sama para orang tua untuk lebih ketat mengawasi penggunaan kendaraan bermotor bagi anak-anaknya yang belum cukup umur atau belum memiliki SIM,” tutur Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Lebih lanjut, Kabid Humas menambahkan, bahwa penurunan jumlah tindakan tilang (gakkum) yang mencapai 79 persen merupakan bukti bahwa Polri sedang menguji tingkat kesadaran mandiri masyarakat.

“Penurunan tilang manual dan peningkatan teguran adalah bentuk kebijakan humanis kita, namun kami tetap memantau melalui ETLE yang justru mengalami kenaikan efektivitas sebesar 59 persen,” tutupnya.

Data Anev juga menyoroti waktu rawan kecelakaan yang kerap terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, di mana mobilitas masyarakat sedang berada pada titik tertinggi.

Polda Sumbar berkomitmen untuk terus mengevaluasi titik-titik rawan laka guna menekan angka kecelakaan di masa mendatang.(Bg)

Posting Komentar

0 Komentar