Tim selam gabungan menuntaskan pengintaian bawah air (_underwater reconnaissance_) dengan memetakan koridor pendekatan dan mencatat titik rintangan. Tim juga mengonfirmasi kelayakan jalur pendaratan tanpa terdeteksi elemen simulasi musuh. "Keris Woomera 2026 bukan sekadar latihan militer biasa, melainkan pembuktian bahwa profesionalisme dan interoperabilitas pasukan kedua negara mampu menjawab tantangan operasi amfibi terkompleks sekalipun," ujar Katim Kopaska Kapten Akbar.
Latihan ini menjadi momentum bagi Kopaska TNI AL dan MTO ADF untuk membangun koordinasi serta rasa saling percaya melalui penyelarasan taktik dan prosedur. Kegiatan ini menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan maritim, sekaligus menjadi wujud diplomasi militer Indonesia dalam mendukung stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
#tniprima
#keriswoomera2026
Autentikasi:
Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Inf Agus Susanto, S.E., M.M.


0 Komentar