Padang Pariaman|MT.com - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XVI Sumatera Barat kembali digelar. Pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi ini menjadi momentum bagi insan olahraga untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus menjaga sportivitas dalam setiap pertandingan.
Ketua Askot PSSI Kota Padang sekaligus Manajer Tim Askot PSSI Kota Padang, Mastilizal Aye, menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Forkopimda Sumatera Barat, Forkopimda kabupaten dan kota, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Porprov ke XVI.
Menurutnya, penyelenggaraan Porprov harus dilaksanakan secara konsisten dan objektif sehingga benar-benar menjadi ajang pembinaan serta peningkatan prestasi olahraga di Sumatera Barat.
"Kita berharap program ini bisa dilaksanakan secara konsisten. Objektivitas juga harus kita jaga, jangan sampai hanya menjadi kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana Porprov ini memberikan dampak terhadap pembinaan atlet dan prestasi olahraga," ujar Mastilizal Aye kepada awak media usai pertandingan babak pertama di lapangan Parik Pauh Kamba Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (2/10/26).
Ia juga menyinggung pertandingan yang mempertemukan sejumlah kontingen dalam cabang olahraga yang dipertandingkan. Salah satunya pertandingan sepak bola antara Kota Pariaman dan Kota Padang Kabupaten Padang yang berlangsung dengan skor 0-0 pada babak pertama.
Mastilizal menilai penyelenggaraan Porprov juga menjadi ruang bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun pengalaman bertanding secara kompetitif.
Sebagai bagian dari insan olahraga Kota Padang, Mastilizal mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang, Forkopimda, serta seluruh perangkat olahraga dalam menghadapi Porprov.
Ia menyebut Kota Padang memiliki perhatian besar terhadap pembinaan olahraga. Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui penganggaran sekitar Rp.38 miliar untuk keikutsertaan dan persiapan menghadapi Porprov.
Selain dukungan anggaran, Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali.
"Bonus untuk peraih emas Rp40 juta, perak Rp20 juta dan perunggu Rp10 juta, termasuk kemungkinan adanya tambahan bonus lainnya," katanya.
Mastilizal berharap dukungan tersebut dapat semakin memotivasi para atlet untuk memberikan kemampuan terbaik selama kompetisi.
Ia juga mengajak seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk bersama-sama membangun iklim olahraga yang sehat, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas.
"Kita ingin Porprov menjadi ajang untuk melahirkan generasi olahraga yang berprestasi. Kabupaten dan kota lainnya juga harus bersatu untuk mendapatkan prestasi dengan tetap menjunjung sportivitas dan kompetitivitas," ujarnya.
Menurut Mastilizal, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, keberadaan Porprov harus ditempatkan sebagai bagian dari proses pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya menjaga penyelenggaraan Porprov agar dapat berlangsung secara rutin dan konsisten.
"Kita ingin bagaimana Porprov ini sejatinya terselenggara secara konsisten dua tahun sekali. Dengan begitu, pembinaan atlet dapat berjalan berkelanjutan dan prestasi olahraga Sumatera Barat terus berkembang," tuturnya.
Mastilizal juga menyampaikan terima kasih kepada insan pers di Sumatera Barat yang turut memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan Porprov ke XVI.
Ia berharap pemberitaan media dapat ikut mengawal pelaksanaan kompetisi agar berlangsung transparan, sportif, dan memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga di Sumatera Barat, tutur Aye mengakhiri wawancaranya.(Bg)



0 Komentar