Kepala SDN 18 Kampung Durian, Teti Anavia, S.Pd., yang baru sekitar dua bulan memimpin mengatakan kepada MT.com saat berkunjung kesekolah, berbagai program pembiasaan terus dilakukan untuk membentuk karakter siswa sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Salah satunya melalui pelaksanaan salat Dhuha berjamaah yang dilakukan secara rutin. Khusus Jumat pagi, kegiatan tersebut dilaksanakan secara bersama-sama di lapangan sekolah dengan melibatkan siswa dan guru.
Selain salat Dhuha, sekolah juga membiasakan siswa melaksanakan salat berjamaah sebelum pulang sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan di masjid dan dibimbing oleh guru kelas masing-masing, terutama bagi siswa kelas IV, V dan VI.
Menurutnya, pembiasaan tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan ketika berada di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara di bidang akademik, SDN 18 Kampung Durian juga mendorong penguasaan bahasa Inggris melalui program English Day yang dilaksanakan setiap Rabu. Siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan mereka melalui berbagai kegiatan.
Sekolah kami telah pernah mengikuti perlombaan bahasa Inggris, dalam perlombaan tersebut kami belum berhasil meraih juara dan ini kami jadikan pengalaman sangat penting dalam memberikan motivasi, keberanian sehingga murid terus belajar, katanya.
Sementara itu, kegiatan kepramukaan juga menjadi agenda rutin setiap Kamis. Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan permainan, tetapi juga berbagai materi yang melatih kemandirian, kerja sama, komunikasi, tali-temali serta keterampilan lainnya.
“Pramuka ini kami jadikan sebagai pembiasaan, bukan sekadar kegiatan tambahan. Karena itu seluruh siswa kami libatkan,” jelas Teti.
Dalam pengembangan minat dan bakat, SDN 18 Kampung Durian juga mulai mengembangkan kegiatan musik, khususnya pianika dan drumband. Sekolah telah memiliki guru pendamping dan pelatih untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan tersebut.
Salah satu perkembangan yang terlihat adalah kemampuan siswa memainkan pianika dan membaca notasi musik. Penampilan siswa dalam kegiatan sekolah, termasuk saat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap proses latihan yang mereka jalani.
Dalam proses pembelajaran, Teti menyebut para guru juga terus diarahkan untuk memanfaatkan teknologi digital. Meskipun SDN 18 Kampung Durian belum memiliki kelas digital secara khusus, guru sudah mulai menggunakan perangkat digital sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Menurutnya, penerapan digitalisasi pembelajaran masih akan terus dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kesiapan sekolah.
Sebagai kepala sekolah yang baru menjalankan tugas sekitar dua bulan, Teti berharap SDN 18 Kampung Durian dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia ingin sekolah tidak hanya menghasilkan siswa yang unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, mandiri, berakhlak dan memiliki berbagai keterampilan. ( bunga)


0 Komentar