Padang|MT.com - Banyak cara yang dilakukan berbagai pihak untuk mengurangi bencana, mulai dari menghindari bencana, evakuasi, hingga membangun insfrastruktur untuk meminimalkan dampak bencana itu sendiri. Namun yang dilakukan Galapagos, sedikit berbeda, mereka melakukan penanaman di hulu sungai batang kuranji.
Kegiatan ini bercermin dari dampak bencana hidrometeorologi yang melanda padang pada akhir tahun lalu. Dua belas jiwa melayang, dan lebih dari tiga puluh ribu warga terdampak. Menurut Wali Kota Padang, Fadly Amran, selain korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, bencana hidrometeorologi itu juga menyebabkan sedimentasi fluvial, yakni endapan lumpur dan pasir di sepanjang aliran sungai. Dengan kondisi itu, upaya pengurangan resiko bencana (PRB) tak bisa dilakukan dari satu sisi saja, tapi harus dilaksanakan di semua lini, agar PRB bisa diminimalisir sekecil mungkin
Salah satunya adalah seperti yang dilakukan Galapagos, yakni menanam bibit baru di daerah hulu sungai batang kuranji. Program ini akan menanam hampir enam puluh ribu bibit baru di empat lokasi, yakni lambung bukik, gunung nago, gunung sarik dan batu busuk. Lokasi prioritas ini berada di dua kecamatan di kota padang, yakni kecamatan pauh dan kecamatan kuranji.
Menurut Hendra Amriz, ketua Perkumpulan Galapagos Lestasi Indonesia, festival tanam hulu ini merupakan program komprehensif Galapagos yang bertujuan untuk pengurangan resiko bencana secara maksimal. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam tiga klaster yang berkesinambungan dan saling terkait. Klaster pertama adalah konsolidasi pemangku kepentingan dengan bentuk kegiatan tatap muka, diskusi, pemetaan kawasan, dan sosialisasi untuk menyatukan perspsi instansi, akademisi, NGO, serta masyarakat.
Klater kedua adalah, edukasi lingkungan hidup, dengan bentuk coaching clinic, pendampingan proposal, dan seleksi peminat agar peserta siap secara teknis dan ekologis. Dan klaster terakhir adalah kompetisi restorasi hulu daerah aliran sungai, berupa inkubasi bibit, aksi tanam, geo-tagging, perawatan, penjurian, dan penganugerahan berbasis survival rate
Tiga klaster ini dilakukan selama tiga puluh minggu, atau sekitar tujuh bulan. Puncak dari kegiatan festival tanam hulu ini berupa penentuan pemenang berdasarkan kriteria yang telah disepakati
Karena memberi hadiah kepada peserta yang menang, maka kegiatan ini dianggap unik dan menjadi yang pertama di indonesia. Menurut Andre Rosiade, anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera Barat, program yang dilakukan Galapagos merupakan program yang telah dikaji dengan matang dan dipersiapkan dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari keterlibatan peserta, mencari bibit yang cocok untuk ditanam, hingga memantaunya selama tujuh bulan. Karena ini lah, saya berkenan menghadiri acara tanam perdana yang dilakukan pada sore ini, tukuk Andre.
Penanaman perdana itu sendiri dilakukan pada hari Rabu sore, 9 September, di daerah Guo, Kecamatan Kuranji.
Galapagos merupakan sebuah organisasi sosial yang lahir dari kepedulian beberapa siswa SMA Negeri satu Padang tahun 1984 lalu, melalui kegiatan ekstra kurikuler sispala Galapagos. Karena anggotanya merasa cocok satu sama lain, maka keakraban yang terjalin itu, terus dibina hingga saat ini, dan alhamdulillah, Galapagos telah menjelma menjadi tiga organisasi, yakni sispala Galapagos, perkumpulan Galapagos dan yayasan Galapagos. Ketiga organisasi ini mempunyai bentuk kegiatan yang berbeda, tapi semuanya tetap berujung pada pelestarian alam indonesia
Narasumber
andre rosiade, anggota DPR RI
fadly amran, wako padang
hendra amriz, ketua perkumpulan galapagos lestari indonesia


0 Komentar