Kepala KUA Padang Selatan, Thaufiq Arsan, S.Ag, mengatakan pembinaan kepada remaja menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama untuk membekali generasi muda agar mampu menghindari pergaulan bebas yang berpotensi memicu pernikahan usia dini.
"Kegiatan BRUS kami laksanakan di sekolah-sekolah. Di Padang Selatan salah satunya sudah dilakukan di SMPN 20 Padang. Selain itu, saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kami juga diundang untuk memberikan materi kepada para siswa," ujar Thaufiq saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, edukasi tersebut menitikberatkan pada pentingnya menjaga pergaulan, mempersiapkan masa depan, serta memahami dampak negatif pernikahan dini yang sering kali dipicu oleh pergaulan bebas.
Ia menegaskan, upaya menekan angka pernikahan dini tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan peran aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat.
"Orang tua harus mengawasi anak-anaknya, sekolah juga harus memberikan perhatian, sementara remaja harus mampu menjaga diri dari pergaulan bebas. Kalau semua pihak berperan, angka pernikahan dini dapat ditekan," katanya.
Thaufiq menyebut secara nasional tren pernikahan dini menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, berbagai program edukasi yang dijalankan pemerintah turut berkontribusi terhadap penurunan tersebut.
Terkait pernikahan di bawah umur, Thaufiq menjelaskan KUA hanya dapat memproses pencatatan pernikahan apabila telah memenuhi ketentuan perundang-undangan. Apabila calon pengantin belum memenuhi batas usia yang ditetapkan, maka harus memperoleh dispensasi dari Pengadilan Agama.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jasa pihak-pihak yang menawarkan praktik pernikahan tidak resmi atau pemalsuan dokumen pernikahan.
"Kalau ada dugaan praktik seperti itu, masyarakat yang merasa dirugikan dapat melaporkannya kepada pihak berwenang. KUA tidak bisa bertindak tanpa adanya laporan maupun dasar hukum yang jelas," ujarnya.
Di akhir wawancara, Thaufiq mengimbau para orang tua untuk lebih aktif memantau aktivitas anak, termasuk pergaulan di luar sekolah. Menurutnya, komunikasi yang baik antara keluarga, sekolah, dan anak menjadi kunci dalam mencegah pernikahan dini.
"Jangan sampai orang tua tidak mengetahui aktivitas anak. Remaja juga harus memahami bahwa pernikahan dini dapat berdampak terhadap pendidikan, masa depan, dan kehidupan keluarga mereka nanti," tutupnya.
Editor: Bunga


0 Komentar