Padang | MT.com - SMP Negeri 39 Padang menerima bantuan dana revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar Rp861 juta untuk merehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah. Pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah melalui Panitia Pelaksana Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat bulan.
Kepala SMPN 39 Padang, Mardial Yusri, S.Pd, mengatakan kepada MT.com, bantuan tersebut digunakan untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas, satu ruang perpustakaan, dan satu ruang tata usaha yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.
"Alhamdulillah SMPN 39 Padang mendapatkan amanah berupa dana revitalisasi sekolah. Ruang kelas yang direhab sebelumnya banyak mengalami kerusakan, mulai dari jendela yang rusak, plafon yang lapuk akibat dimakan rayap, hingga atap yang rusak diterpa angin. Dengan adanya revitalisasi ini, kami berharap siswa dapat belajar dengan lebih aman dan nyaman," ujarnya saat ditemui di ruang kepala sekolah, Kamis, 9 Juli 2026.
Meski demikian, Mardial mengungkapkan sekolah masih membutuhkan tambahan sekitar lima hingga enam ruang kelas. Saat ini SMPN 39 hanya memiliki tujuh ruang kelas, sementara jumlah rombongan belajar pada tahun ajaran 2026/2027 mencapai sekitar 12 kelas.
Menurutnya, pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh sekolah melalui P2SP yang bertugas mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan pekerjaan dengan didampingi konsultan perencana dan konsultan pengawas.
Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Padang, Arman, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan diawasi secara berjenjang dan pelaporannya langsung kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Seluruh proses dikelola oleh sekolah melalui P2SP. Kegiatannya terus direviu oleh fasilitator, sementara laporan perkembangan pekerjaan disampaikan langsung ke kementerian," katanya.
Arman menyebutkan revitalisasi di SMPN 39 Padang mencakup tujuh ruang kelas dengan nilai anggaran sekitar Rp861 juta. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar empat bulan.
Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan menerapkan sistem dua sif agar tidak mengganggu aktivitas siswa. Ruang kelas yang telah selesai direhabilitasi sebelumnya juga dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran.
Ia berharap, dengan semakin baiknya kondisi sarana dan prasarana sekolah, kualitas pendidikan di SMPN 39 Padang juga ikut meningkat serta semakin diminati masyarakat.
Peninjauan pelaksanaan revitalisasi tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Pemerintahan Pemerintah Kota Padang bersama Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Padang, Arman, untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. (Bunga,)


0 Komentar