Padang|MT.com – SD Negeri 06 Kampung Lapai, Kota Padang, terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan pendidikan karakter dan pengembangan bakat siswa. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan potensinya.
Kepala SDN 06 Kampung Lapai, Padang adalah Abdullah Ginting mengatakan sekolah memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih kegiatan sesuai minat tanpa adanya paksaan. Program tersebut sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter dan keterampilan di luar pembelajaran di kelas.
"Anak-anak bebas memilih kegiatan yang diminati. Sekolah hanya memberikan edukasi dan pendampingan agar mereka dapat mengembangkan bakatnya dengan baik," ujar Ginting saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia antara lain Pramuka, drumband, tari, silek, hingga program Tahfiz. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap pekan dengan didampingi pelatih yang kompeten.
Menurutnya, tenaga pelatih berasal dari luar sekolah dan pembiayaannya dialokasikan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Jadwal pelaksanaan setiap kegiatan disesuaikan dengan ketersediaan pelatih.
"Semua siswa dari kelas I hingga kelas VI yang berminat dapat mengikuti kegiatan tersebut. Untuk siswa kelas I tentu disesuaikan dengan kemampuan dan usianya," katanya.
Ginting menambahkan, beberapa cabang ekstrakurikuler bahkan telah mencatat prestasi hingga mengikuti berbagai ajang di tingkat luar daerah.
Selain mengembangkan potensi siswa, SDN 06 Lapai juga memberi perhatian serius terhadap upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah terus menanamkan nilai persaudaraan, saling menghargai, serta pendidikan karakter kepada seluruh peserta didik.
"Kami menanamkan rasa persaudaraan kepada anak-anak. Tidak boleh ada yang membeda-bedakan teman. Semua siswa harus saling menghormati dan saling menjaga," ujarnya.
Ia mengakui persoalan perundungan menjadi perhatian seluruh dunia pendidikan. Karena itu, guru diminta terus mengawasi siswa selama berada di lingkungan sekolah, memberikan pembinaan, serta membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik.
Ginting juga menilai keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak.
Melalui paguyuban orang tua, sekolah secara rutin menyampaikan perkembangan siswa sekaligus memberikan edukasi mengenai pola pendampingan anak di rumah.
"Pembentukan karakter tidak cukup hanya di sekolah. Setelah pulang, anak lebih banyak berada di rumah sehingga kerja sama dengan orang tua menjadi sangat penting," katanya.
Terkait kasus dugaan perundungan yang terjadi di sekolah lain, Ginting memilih tidak memberikan komentar secara spesifik karena belum mengetahui secara utuh kronologi peristiwa tersebut. Namun ia menegaskan peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh sekolah untuk terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap peserta didik.
Setiap pagi, lanjutnya, guru menyambut kedatangan siswa di gerbang sekolah untuk melihat kondisi psikologis mereka. Anak-anak yang terlihat belum percaya diri atau masih membutuhkan pendampingan akan mendapat perhatian khusus dari guru.
"Kami ingin memastikan anak datang ke sekolah dengan perasaan aman dan nyaman sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan baik," tutupnya.
Jurnalis: bunga


0 Komentar