Right Button

test
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MATA TINTA NUSANTARA

Kepala SDN 33 Sawahan Siapkan Kelas Digital dan Penguatan Karakter pada Tahun Ajaran Baru


Padang | MT.com
– Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, SD Negeri 33 Sawahan Kecamatan Padang Timur, Kota Padang mulai menerapkan sejumlah program baru di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Jon Hendri. Fokus utama sekolah diarahkan pada penguatan pembelajaran berbasis digital, pengembangan karakter siswa, serta pembinaan minat dan bakat.

Hal tersebut disampaikan Jon Hendri saat menerima kunjungan silaturahmi di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026).

Menurut Jon Hendri, pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SDN 33 Sawahan telah selesai sesuai jadwal yang ditetapkan Dinas Pendidikan. Tahun ini sekolah menerima dua rombongan belajar (rombel) dengan total 56 peserta didik baru.

"Seluruh tahapan SPMB telah selesai sesuai jadwal dan kuota penerimaan sudah terpenuhi," ujar Jon Hendri.

Usai proses penerimaan siswa baru, sekolah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari. Kegiatan tersebut dirancang dengan konsep ramah anak dan diisi berbagai materi, seperti pengenalan lingkungan sekolah, pencegahan perundungan (bullying), pendidikan karakter melalui materi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, hingga edukasi mengenali uang asli dan uang palsu.

Dalam pelaksanaannya, SDN 33 Sawahan menghadirkan sejumlah narasumber dari luar sekolah. Untuk materi pencegahan bullying, sekolah melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sedangkan edukasi mengenai uang menghadirkan orang tua siswa yang bekerja sebagai konsultan di Bank Indonesia melalui program kelas inspirasi.

"MPLS ditutup dengan penampilan bakat siswa sebagai bagian dari upaya mengenali potensi yang dimiliki masing-masing anak sejak awal," katanya.

Selain penguatan karakter, sekolah juga tengah menyiapkan inovasi pembelajaran berbasis digital melalui program Bintang Juara. Program tersebut akan difokuskan pada siswa kelas V dengan memanfaatkan media digital dalam proses belajar mengajar.

Jon Hendri menjelaskan, pemilihan kelas V didasarkan pada pertimbangan kesiapan belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Sebelum program dijalankan, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada orang tua serta mempelajari praktik pembelajaran digital melalui studi tiru ke sekolah rujukan Google.

Di sisi lain, sekolah juga akan melakukan pemetaan kemampuan siswa kelas I melalui tes awal. Hasilnya akan menjadi dasar dalam pengembangan minat dan bakat peserta didik melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, seni, tari, silat, karate, dan kegiatan lainnya.

Tidak hanya itu, SDN 33 Sawahan juga berencana membentuk Forum Komunikasi dan Kreativitas Siswa (Forkip) sebagai wadah bagi siswa yang memiliki potensi akademik maupun nonakademik, kemampuan berpikir kritis, serta jiwa kepemimpinan.

Menurut Jon Hendri, seluruh program tersebut merupakan hasil pembahasan bersama dewan guru dan disusun sesuai kebutuhan sekolah.

"Kami berharap proses pembelajaran di SDN 33 Sawahan benar-benar berpusat pada kebutuhan anak. Pembelajaran harus bermakna, inovatif, bervariasi, dan menjadi bekal yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga terus mendorong para guru untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran secara matang sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dengan berbagai inovasi tersebut, SDN 33 Sawahan berharap mampu menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan penguatan karakter dan kompetensi dasar siswa.

Editor: Bunga

Posting Komentar

0 Komentar