Right Button

test
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MATA TINTA NUSANTARA

Dishub Kota Padang Perluas Layanan Trans Padang, Tambah Bus Listrik dan Feeder untuk Kurangi Kemacetan


Padang | MT.com –
Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mengembangkan sistem transportasi massal dengan memperluas layanan Trans Padang. Selain menambah armada bus listrik, Dishub juga mengintegrasikan angkutan kota (angkot) ke dalam sistem feeder atau angkutan penumpang guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang,  Yudi Indra Syani, S.SIT, M.Tmengatakan pengembangan transportasi massal dilakukan secara bertahap dengan mengubah pola operasional angkot menjadi sistem berbasis pelayanan (buy the service), sehingga operator tidak lagi bergantung pada jumlah penumpang.

"Untuk feeder, penggantiannya satu angkot menjadi satu feeder. Sedangkan pada koridor utama, beberapa angkot digantikan oleh layanan Trans Padang. Pemerintah memberikan subsidi operasional sehingga operator tetap mendapatkan kepastian pendapatan," ujar Yudi saat silaturahmi dengan awak media MatatintaNusantara.com di ruang kerjanya, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, sistem tersebut berbeda dengan pola lama yang mengandalkan setoran harian. Pola lama dinilai memicu sopir berebut penumpang sehingga berdampak pada keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

"Dengan sistem baru, operator dibayar berdasarkan kilometer perjalanan sesuai rencana operasional. Jadi, meskipun penumpang sedikit, pembayaran tetap dilakukan oleh pemerintah melalui skema subsidi," jelasnya.

Yudi menerangkan, subsidi tersebut disalurkan melalui Perumda Padang Sejahtera Mandiri (PSM) yang bekerja sama dengan para operator angkutan umum dalam mengelola layanan Trans Padang.

Pada tahun 2026, Pemko Padang juga menambah lima unit bus listrik berukuran besar dengan kapasitas sekitar 60 penumpang. Selain itu, akan dioperasikan delapan unit bus listrik berukuran lebih kecil sebagai feeder yang melayani kawasan permukiman hingga kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.

"Bus feeder ini akan masuk ke kawasan yang tidak dapat dijangkau bus besar, sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan Trans Padang," katanya.

Meski menggunakan armada baru, tarif yang diberlakukan tetap sama dengan layanan Trans Padang yang sudah berjalan, yakni Rp1.500 untuk pelajar dan Rp3.500 untuk penumpang umum.

Yudi menambahkan, ke depan jumlah armada akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat. Jika jumlah penumpang terus meningkat, pemerintah akan menambah armada secara bertahap.

Ia berharap pengembangan transportasi massal mampu mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum sehingga dapat mengurangi kemacetan di Kota Padang.

"Harapan kami masyarakat semakin gemar menggunakan angkutan umum. Selain lebih efisien, transportasi massal dapat mengangkut lebih banyak penumpang dan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di Kota Padang," tutupnya.

Editor: Bunga

Posting Komentar

0 Komentar