Padang | MT.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang terus memperluas akses layanan literasi bagi masyarakat melalui berbagai program inovatif, mulai dari perpustakaan keliling, kelas keterampilan gratis hingga layanan berbasis kebutuhan pengunjung.
Kepala dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang,Heriza Syafani, S.STP., M.P.A. melalui sekretarisnyaTeneke Yulvira, mengatakan perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang belajar dan berkegiatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Saat ini kami memiliki tiga armada perpustakaan keliling yang beroperasi setiap minggu. Sasarannya sekolah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), masjid, hingga panti asuhan," ujar Teneke kepada MT.com saat mampir diruangan kerjanya, Senin,13 Juli 2026.
Menurutnya, setiap kunjungan perpustakaan keliling tidak hanya membawa koleksi buku, tetapi juga menghadirkan program literasi seperti membaca nyaring dan mendongeng. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini.
Dalam sesi mendongeng, petugas perpustakaan menggunakan boneka dan media interaktif. Setelah cerita selesai, anak-anak diajak menceritakan kembali isi dongeng dengan bahasa mereka sendiri sebagai bentuk penguatan kemampuan literasi.
Selain itu, perpustakaan keliling menerapkan sistem layanan bergilir. Buku dipinjamkan selama satu bulan, kemudian pada kunjungan berikutnya koleksi ditarik dan diganti dengan buku baru yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lokasi.
"Kami menanyakan buku apa yang dibutuhkan masyarakat, sekolah maupun panti asuhan. Bulan berikutnya kami membawa koleksi sesuai kebutuhan mereka," jelasnya.
Teneke menambahkan, masyarakat yang ingin menjadi anggota perpustakaan dapat mendaftar secara langsung di kantor maupun melalui layanan daring yang tersedia di media sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang.
Gedung perpustakaan yang kini beroperasi sejak diresmikan pada 12 Februari 2018 juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti ruang bermain anak, ruang musik, studio mini, serta sejumlah ruang layanan yang dapat dimanfaatkan pengunjung.
Tidak hanya itu, perpustakaan juga mengembangkan inovasi "Ibu Tiri" (Ikatan Buku Titipan Rindu), yakni program penerimaan hibah buku dari masyarakat. Buku-buku yang disumbangkan akan diseleksi dan menjadi bagian dari koleksi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
Untuk mendukung pengembangan keterampilan masyarakat, perpustakaan rutin membuka berbagai kelas gratis, di antaranya kelas merajut yang terbuka bagi semua usia, kelas bahasa isyarat bagi penyandang tuna rungu dan masyarakat umum, serta kelas bahasa Inggris dan bahasa Jepang.
Dalam pengembangan koleksi, Teneke menegaskan pengadaan buku dilakukan berdasarkan survei kebutuhan pengunjung sehingga koleksi yang tersedia tetap relevan dengan minat dan kebutuhan masyarakat.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang berharap budaya literasi terus tumbuh dan perpustakaan semakin menjadi pusat belajar yang inklusif serta mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
Jurnalis: Bunga


0 Komentar