Padang| MT.com – Universitas Perintis Indonesia (Upertis) Padang menggelar Wisuda ke-XI Tahun 2026 di Hotel Pangeran Beach Padang, Rabu (10/6/2026). Sebanyak 244 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung meriah dan penuh khidmat.
Rektor Upertis Padang, Dr. Yaslina, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Kom, menyampaikan bahwa pada periode wisuda kali ini Upertis meluluskan 269 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan sebanyak 142 orang, Fakultas Farmasi 125 orang, serta Fakultas Bisnis, Ekonomi dan Ilmu Sosial sebanyak dua orang.
"Dengan tambahan lulusan tahun ini, Universitas Perintis Indonesia telah menghasilkan sebanyak 14.306 alumni yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun di luar negeri, seperti Jepang, Belanda, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan sejumlah negara lainnya," ujar Yaslina dalam sambutannya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti komitmen Upertis dalam mencetak generasi unggul, berintegritas, inovatif, serta memiliki daya saing global sesuai visi universitas menjadi perguruan tinggi yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS), inovatif, berkarakter tangguh, serta berdaya saing internasional pada tahun 2045.
Saat ini Upertis memiliki sekitar 2.499 mahasiswa aktif. Pada tahun akademik 2025/2026, universitas tersebut menerima 942 mahasiswa baru. Dari jumlah tersebut, 17 mahasiswa merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah melalui LLDIKTI Wilayah X.
"Terima kasih kepada Kepala LLDIKTI Wilayah X atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa kami. Semoga program ini terus berlanjut sehingga semakin banyak mahasiswa yang terbantu dalam mengakses pendidikan tinggi," katanya.
Di bidang sumber daya manusia, Upertis saat ini memiliki 116 dosen, terdiri dari 17 dosen bergelar doktor (S3) dan selebihnya bergelar magister (S2). Selain itu, sebanyak 45 dosen sedang menempuh pendidikan doktoral, dengan rincian 30 orang dibiayai yayasan, lima orang melalui beasiswa pemerintah, dan 10 orang secara mandiri.
Dalam pengembangan karier akademik, Upertis saat ini memiliki satu profesor, dua lektor kepala, dan menargetkan percepatan kenaikan jabatan fungsional bagi para dosennya.
Yaslina juga mengungkapkan bahwa kualitas lulusan terus mengalami peningkatan. Rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) lulusan berada pada kisaran 3,4 hingga 3,5, dengan tingkat kelulusan uji kompetensi di Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Farmasi mencapai sekitar 80 persen serta tingkat kelulusan tepat waktu sebesar 98 persen.
Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sebanyak 10 proposal dosen berhasil memperoleh hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 dengan total pendanaan mencapai Rp519,28 juta. Selain itu, Upertis juga telah memperoleh satu paten dan dua paten sederhana.
Dalam upaya pengembangan institusi, Upertis kini telah membuka Program Pascasarjana S2 Farmasi yang mulai berjalan pada semester genap tahun akademik ini. Sementara itu, Program Studi Profesi Dietisien saat ini masih dalam proses perizinan.
"Kami memohon dukungan dari LLDIKTI Wilayah X agar proses pembukaan Program Studi Profesi Dietisien dapat berjalan lancar dan segera terealisasi," ujarnya.
Di bidang kemahasiswaan, tiga tim mahasiswa Upertis berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada tahun ini.
Selain peningkatan kualitas akademik, Yayasan Perintis Padang juga terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana pendidikan. Berbagai fasilitas pembelajaran telah dilengkapi, mulai dari ruang kelas ber-AC, laboratorium modern, ruang Computer Based Test (CBT), ruang uji kompetensi, hingga perpustakaan.
Dalam waktu dekat, Upertis juga akan meresmikan gedung rektorat baru yang terdiri dari lima lantai dan direncanakan mulai digunakan pada semester mendatang.
Pada kesempatan tersebut, Yaslina berpesan kepada para lulusan agar senantiasa menjaga nama baik almamater dan terus menjalin komunikasi dengan kampus.
"Tunjukkan bahwa lulusan Upertis adalah pribadi yang santun, unggul dalam kompetensi, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadilah generasi yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga hadir memberikan solusi dan membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara," pesannya.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk tidak melupakan jasa kedua orang tua yang telah berjuang dan berkorban demi pendidikan anak-anaknya.
"Jangan pernah melupakan jasa kedua orang tua. Hormati dan bahagiakan mereka. Restu orang tua merupakan kekuatan terbesar dalam perjalanan hidup seseorang," tuturnya.
Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atas dukungan dan pengorbanan yang telah diberikan selama masa pendidikan putra-putri mereka.
"Semoga setiap pengorbanan, doa, dan kasih sayang yang telah diberikan para orang tua dibalas oleh Allah SWT dengan kesehatan, keberkahan, kebahagiaan, serta umur yang penuh kemuliaan," ucapnya.
Wisuda ke-XI Upertis Padang turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Wali Kota Padang, Ketua Yayasan Perintis Padang beserta jajaran pengurus, pimpinan organisasi profesi kesehatan seperti PPNI, Persagi, PATELKI, IAI, Ketua Senat Akademik, serta sejumlah pimpinan institusi pendidikan lainnya.
Jurnalis: Bunga



0 Komentar