Padang | MT.com - Tim Rabana Alhidayah, yang merupakan bagian dari Orkes Gambus Al Wattan Padang, turut memeriahkan pelaksanaan MTQ Nasional ke-XLII tingkat Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Penampilan tim tersebut berlangsung sejak acara pembukaan hingga penutupan MTQ yang digelar di halaman Kantor Camat Kuranji, Jumat (8/5/2026).
Pembina Orkes Gambus Al Wattan, H. Syafril, menyampaikan bahwa Al Wattan telah berdiri sejak tahun 1994 dan terus berupaya membina generasi muda melalui seni islami, baik rabana maupun gambus.
Ia mengatakan, kehadiran tim rabana dan gambus bertujuan untuk memeriahkan berbagai kegiatan hari besar Islam, seperti MTQ, khatam Al-Qur’an, pesta adat babako, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
“Harapan kami, tim rabana dan gambus ini bisa tampil tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi hingga nasional. Alhamdulillah, tim gambus Sumbar pernah tampil di Bogor dan meraih juara lima terbaik, serta di Ambon berhasil meraih juara tiga,” ujarnya kepada media MT.com.
Selain itu, ia juga berpesan kepada seluruh anggota agar selalu disiplin, terutama dalam latihan dan menjaga kekompakan tim. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap perkembangan seni rabana dan gambus di Kota Padang.
“Kami berharap tim Rabana Alhidayah dapat dilibatkan dalam acara-acara besar Islam. Kami juga ingin menghidupkan kembali kegiatan kesurau sesuai program unggulan Wali Kota Padang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Rabana Alhidayah, Marta Yeni, menyampaikan bahwa penampilan pada MTQ kali ini merupakan penampilan kedua sejak tim tersebut didirikan dua bulan lalu.
Menurutnya, tujuan dibentuknya Tim Rabana Alhidayah adalah untuk memperkuat nuansa Islami di tengah masyarakat sekaligus memperkenalkan kembali lagu-lagu sholawat kepada generasi muda dan ibu-ibu muda.
“Melalui lagu-lagu sholawat yang kami tampilkan, kami berharap masyarakat semakin kuat iman dan keislamannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Tim Rabana Alhidayah merupakan bagian dari Orkes Gambus Al Wattan yang dibina langsung oleh H. Syafril sebagai bentuk pelestarian seni budaya Islami di Kota Padang.(Bunga)



0 Komentar