Padang | MT.Com - Pengurus dan Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Sumatera Barat resmi dilantik periode 2025 hingga 2028, dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Truntum, Kota Padang, Minggu (3/5/2026).
Ketua POGI Sumbar, dr. dr. Boby Indra Pratama, Sp.OG, Subsp. Urogin RE, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen meningkatkan kualitas hidup perempuan, mulai dari masa kehamilan hingga memasuki usia lanjut.
“POGI hadir untuk menjaga kualitas kehidupan perempuan sejak masa kehamilan, usia produktif, hingga menopause. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung target pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya kepada MT.com usai pelantikan.
Ia menambahkan, POGI Sumbar akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi dan pemangku kepentingan guna meningkatkan derajat kesehatan perempuan.
Upaya tersebut mencakup pencegahan angka kematian ibu serta penanganan penyakit seperti kanker serviks dan berbagai persoalan kesehatan reproduksi lainnya.
Terkait potensi sengketa antara pasien dan tenaga medis, Boby menjelaskan bahwa pihaknya mengedepankan penyelesaian sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.
“Setiap permasalahan tentu bergantung pada persepsi pasien. Namun, kami telah memiliki alur dan dasar hukum yang jelas. Jika terjadi ketidakpuasan, akan diselesaikan sesuai prosedur hukum yang ada. POGI juga siap membantu proses mediasi sebagai langkah awal penyelesaian,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap kepengurusan yang baru dapat memperkuat solidaritas antaranggota serta meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat.
“Kami ingin seluruh anggota POGI dapat bekerja sama secara optimal, sehingga organisasi ini tidak hanya bermanfaat bagi anggotanya, tetapi juga mampu mensejahterakan masyarakat dan mendukung program pemerintah,” tambahnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi POGI Sumbar untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya kesehatan perempuan, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.( Bg)


0 Komentar