Right Button

test
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MATA TINTA NUSANTARA

Padang Ditunjuk sebagai Proyek Percontohan Digitalisasi Bansos Nasional

Padang | MT.com   - Pemerintah Kota Padang  ditunjuk sebagai salah satu dari 40 kabupaten/kota di Indonesia dalam program percontohan (pilot project) digitalisasi bantuan sosial (bansos) tahun 2026. Program ini diinisiasi pemerintah pusat sebagai upaya meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sanjaya, kepada awak media Matatinta Nusantara.Com, saat menerima kunjungan silaturahmi di ruang kerjanya, Rabu (15/4/2026).

Eri menjelaskan, sistem digitalisasi ini mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam mengajukan diri sebagai penerima bansos, selama merasa memenuhi kriteria yang ditetapkan.

“Kalau merasa berhak, silakan daftar sendiri. Nanti sistem yang akan menilai kelayakan berdasarkan data yang terhubung langsung dengan NIK,” ujarnya.

Dalam implementasinya, pendaftaran dilakukan melalui sistem berbasis Android. Data yang diinput masyarakat akan diverifikasi secara otomatis melalui integrasi dengan berbagai instansi, seperti perbankan, Samsat, Badan Pertanahan Nasional (BPN), PLN, hingga PDAM.

Libatkan Ribuan Agen Pendamping. Untuk mengantisipasi keterbatasan akses teknologi di kalangan masyarakat, Dinas Sosial Kota Padang telah menyiapkan sekitar 1.750 agen pendamping. Agen ini berasal dari berbagai unsur, mulai dari kelurahan, kecamatan, RT/RW, pengurus masjid, PKK, hingga pegawai kantor pos.

Mereka bertugas membantu masyarakat dalam proses pendaftaran dan verifikasi data bansos. Setiap agen diperkirakan akan menangani sekitar 170 warga

“Ada dua mekanisme, bisa daftar sendiri jika punya Android, atau melalui agen jika tidak memiliki perangkat,” jelas Eri.

Transparansi dan Akurasi Data. Melalui sistem digital ini, transparansi menjadi salah satu fokus utama. Seluruh data yang dimasukkan akan diverifikasi secara terbuka oleh sistem, termasuk informasi terkait kepemilikan rekening bank, kendaraan, hingga penggunaan listrik.

“Tidak ada lagi data yang bisa disembunyikan. Semua terbuka melalui sistem berbasis NIK, sehingga bansos bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Dinas Sosial Kota Padang menargetkan seluruh tahapan persiapan sistem rampung dalam waktu dekat, sebelum akhirnya disosialisasikan secara luas kepada masyarakat menjelang November 2026.

Dengan penerapan digitalisasi ini, diharapkan penyaluran bantuan sosial di Kota Padang menjadi lebih akurat, transparan, serta benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.(Bg)

Posting Komentar

0 Komentar