Kepala SMPN 9 Padang Ademutia M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar diawali dengan pembiasaan positif seperti salam, senyum, dan sapa kepada siswa saat datang ke sekolah. Tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter disiplin dan sopan santun sejak dini.
“Seperti biasa, setiap pagi kita sambut anak-anak dengan bersalaman, salam, senyum, dan sapa. Ini bagian dari pembentukan karakter mereka,” ujar Ade Senin, (30/3/2026).
Selain itu, sekolah juga menanamkan nilai nasionalisme melalui pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin, sekaligus menjadi sarana penyampaian informasi kepada siswa, termasuk penguatan program Smart Surau.
Program ini merupakan salah satu inovasi sekolah dalam membentuk karakter religius siswa melalui pemantauan ibadah harian, seperti salat Subuh dan Zuhur. Pemantauan dilakukan secara digital oleh wali kelas, guru BK, serta melibatkan orang tua melalui grup komunikasi.
“Setiap hari kita pantau. Jika ada siswa yang tidak melaksanakan salat, akan diingatkan melalui grup WhatsApp orang tua. Jika berulang, orang tua kita panggil ke sekolah untuk mencari solusi bersama,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara sekolah dan orang tua. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam membiasakan anak menjalankan kegiatan positif di rumah, termasuk disiplin waktu tidur.
“Kita bahkan mengingatkan orang tua agar anak-anak sudah tidur pukul 21.00 WIB. Ini penting agar mereka bisa bangun Subuh dan menjalankan aktivitas dengan baik,” tambahnya.
Selain pembiasaan ibadah, sekolah juga mendorong tujuh kebiasaan positif bagi siswa, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan disiplin waktu istirahat.
Namun demikian, tingkat partisipasi siswa dalam program Smart Surau pascalibur Lebaran masih berada di angka 46,7 persen. Hal ini disebabkan oleh perubahan rutinitas selama libur panjang, terutama bagi siswa yang pulang kampung.
Pihak sekolah optimistis, dengan penguatan yang berkelanjutan serta kerja sama antara guru, orang tua, dan komite sekolah, program pendidikan karakter ini dapat berjalan optimal dan melahirkan generasi emas di masa depan.
“Kalau sinergi ini terus terjaga, InsyaAllah cita-cita mewujudkan generasi yang berkarakter dan unggul bisa tercapai,” tutup Ade.(Bg)


0 Komentar