Right Button

test
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MATA TINTA NUSANTARA

Kegiatan Pesantren Ramadan Hari 11, SMA Kartika 1-5 Padang Angkat Syiar dan Syair untuk Bentuk Karakter Siswa

Yetti S.Pd
Kepala SMA Kartika 1 - 5 Padang

Padang | MT.com -- Kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di SMA Kartika 1-5 Padang hari ke 11 berlangsung semarak dengan mengusung tema syiar dan syair sebagai media dakwah yang kreatif bagi para siswa. Kegiatan yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026 ini merupakan agenda rutin tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa dan guru.

Kepala SMA Kartika 1-5 Padang, Yetti E.Pd mengatakan bahwa kegiatan hari ke-11 Pesantren Ramadan diisi dengan festival yang menampilka Festival Tahfidz Al-Qur’an dan Festival Syiar serta Syair.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada metode dakwah konvensional seperti ceramah, tetapi juga memadukannya dengan pendekatan yang lebih kreatif dan menarik bagi generasi muda.

“Melalui syiar dan syair ini, kita ingin menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada siswa. Dengan cara yang lebih kreatif seperti bersyair, bermain musik akustik, hingga bernyanyi bersama, diharapkan pesan dakwah tetap tersampaikan dan mampu membentuk karakter siswa,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, metode ceramah semata dinilai kurang efektif bagi generasi saat ini yang didominasi oleh anak-anak generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi dan gawai. Oleh karena itu, pihak sekolah mencoba mengkolaborasikan metode dakwah dengan kegiatan seni agar lebih mudah diterima oleh siswa.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta menampilkan berbagai bentuk syiar melalui pembacaan Al-Qur'an, sari tilawah, serta penampilan syair bernuansa islami. Sebanyak lima kelas turut ambil bagian dalam kegiatan dakwah kreatif tersebut dengan mengangkat berbagai tema menarik, seperti budaya, sosok ibu, hingga refleksi tentang kematian.

Yetti berharap kegiatan Pesantren Ramadan ini dapat memberikan pengalaman spiritual yang berkesan bagi siswa sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter, terutama kedisiplinan.

“Anak-anak kita adalah generasi milenial yang hidup di era gadget. Karena itu, kegiatan keagamaan juga harus dikemas lebih kreatif dan berwarna. Apalagi di sekolah kami banyak guru muda yang inovatif sehingga bisa menghadirkan suasana pembelajaran yang menarik,” jelasnya.

Selain itu, sekolah juga menanamkan disiplin kepada para siswa selama kegiatan berlangsung. Kehadiran dan partisipasi siswa dalam seluruh rangkaian Pesantren Ramadan menjadi salah satu syarat sebelum mengikuti ujian.

“Alhamdulillah, tahun ini tingkat kehadiran siswa cukup tinggi karena panitia sudah mempersiapkan kegiatan dengan matang. Disiplin menjadi salah satu karakter yang ingin kita bangun melalui kegiatan ini,” tambahnya.

Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan agama, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, harap Yetti.(Bg)

Posting Komentar

0 Komentar