Dalam wawancara, Aniffuddin menyampaikan bahwa program jangka pendek APPA Sumbar adalah merangkul pelaku usaha percetakan dan advertising yang selama ini belum terakomodasi dalam wadah organisasi.
“Kita ingin membentuk ikatan silaturahmi agar bisa saling mendukung, bersinergi, dan berkolaborasi tanpa harus saling menjatuhkan, meskipun bergerak di bidang usaha yang sama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini tercatat sebanyak 132 pelaku usaha telah bergabung, termasuk dari luar daerah seperti Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan yang berlokasi relatif dekat dengan Sumbar.
Untuk program jangka panjang, APPA Sumbar berencana membangun basis data (database) anggota. Database tersebut akan memuat informasi keahlian serta mesin produksi yang dimiliki masing-masing usaha.
“Dengan adanya database, pelaku usaha yang tidak memiliki mesin tertentu tetap bisa menerima pesanan karena dapat bekerja sama dengan anggota lain. Ini bentuk sinergi yang ingin kita bangun,” jelasnya.
Aniffuddin juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi digital yang berdampak pada pola pemasaran usaha percetakan. Menurutnya, pelaku usaha yang tidak mengikuti perkembangan digital berpotensi tertinggal karena konsumen kini cenderung memilih layanan berbasis online.
“Kalau kita tidak mengikuti tren, kita bisa tergeser. Karena itu, ke depan kita akan memberikan edukasi melalui diskusi, seminar, dan pelatihan sesuai kebutuhan anggota,” katanya.
Pelatihan yang direncanakan antara lain terkait manajemen usaha, pengelolaan karyawan, hingga strategi pemasaran digital. Ia berharap melalui peningkatan kapasitas tersebut, pelaku usaha percetakan di Sumbar dapat semakin kompetitif tanpa harus terjebak persaingan harga yang tidak sehat.
Sementara itu, Sekretaris APPA Sumbar, Prima Big Bang, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ketua dalam memfasilitasi terbentuknya asosiasi tersebut.
“Saya pribadi sangat mengapresiasi ketua yang telah memfasilitasi rekan-rekan percetakan di Sumbar sehingga kita bisa berkumpul dan membentuk asosiasi ini. Harapannya, kita bisa saling merangkul dan bekerja sama demi kemajuan industri percetakan di Sumatera Barat,” ujarnya.
Dari total 62 pengurus dan pembina yang terdaftar, sekitar 50 persen lebih menghadiri kegiatan tersebut. Ketidakhadiran sebagian anggota disebutkan karena berasal dari luar daerah dan adanya kesibukan menjelang Ramadan.
APPA Sumbar terbentuk berdasarkan hasil musyawarah para pelaku usaha percetakan dan advertising, dengan masa kepengurusan ditetapkan selama tiga tahun. Ke depan, asosiasi ini juga menargetkan pembentukan kepengurusan di sejumlah daerah di Sumbar guna memperluas jaringan dan memperkuat solidaritas antar pelaku usaha. (Bg)


0 Komentar