Hal tersebut disampaikan Yuli Afriani saat menerima kunjungan silaturahmi Mata Tinta di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2026).
Menurut Yuli, kondisi sekolah saat awal dirinya bertugas cukup memprihatinkan. Sejumlah fasilitas sekolah belum tertata dengan baik, termasuk ruang guru, perpustakaan, dan lingkungan sekolah.
“Saat pertama saya masuk, jujur kasihan melihat kondisi gedung serta sarana dan prasarana yang ada. Tapi perlahan kami mulai berbenah bersama guru-guru,” ujarnya.
Pembenahan diawali dari penyatuan ruang guru yang sebelumnya terpisah, penataan kembali buku-buku perpustakaan yang kondisinya sudah tidak layak, hingga pembersihan ruang kelas dan halaman belakang sekolah yang sebelumnya ditumbuhi semak.
Yuli menegaskan, secara umum kelengkapan pembelajaran seperti buku sudah mencukupi. Namun, persoalan utama yang membutuhkan perhatian serius adalah kondisi bangunan sekolah, termasuk mushala yang dindingnya mulai renggang dan berpotensi membahayakan.
“Musala kami dindingnya sudah mulai renggang, di belakang juga banyak semak. Kami khawatir masuk ular. Jadi yang paling utama memang pembenahan gedung,” katanya.Selain fokus pada fisik bangunan, Yuli juga menyiapkan sejumlah program unggulan, di antaranya pelaksanaan salat Dhuha berjamaah yang direncanakan mulai awal Februari 2026. Selama ini, kegiatan tersebut belum pernah dilaksanakan di sekolah.
Sementara itu, untuk salat Zuhur berjamaah, Yuli menyebut sudah berjalan dan diikuti oleh siswa serta guru.
Dalam program 100 hari kerja, pihak sekolah juga merencanakan pembuatan taman sekolah di lahan kosong bagian depan sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan asri. Taman tersebut nantinya akan dikelola oleh masing-masing kelas dan dilombakan.
Di bidang akademik, Yuli akan mengaktifkan kembali program literasi membaca, dengan membiasakan siswa membaca selama 10–15 menit sebelum pelajaran dimulai.
Menurutnya, pojok baca di kelas selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Terkait persiapan Tes Kompetensi Akademik ( TKA) pihak sekolah telah melakukan sosialisasi dan uji coba kepada siswa, khususnya kelas VI, serta memberikan tambahan pembelajaran.
Yuli berharap, dengan kerja sama seluruh guru dan dukungan berbagai pihak, SDN 27 Olo Ladang dapat kembali dikenal sebagai sekolah yang berprestasi dan marwah SDN 27 bisa kembali seperti dulu, dikenal berprestasi baik akademik maupun non akademik,” tutupnya.(Bg)



0 Komentar