Padang | MT.com -- SMP Negeri 2 Padang resmi menerapkan sistem absensi digital bagi siswa dan guru sejak awal 2026. Inovasi ini terbukti efektif meningkatkan kedisiplinan, ditandai dengan menurunnya angka keterlambatan secara signifikan.
Kepala SMPN 2 Padang, Herry Susanto, M.Pd, mengatakan kepada MT.com di ruang kerjanya Kamis (15/1/2026), bahwa absensi digital menggunakan sistem barcode yang dipindai siswa sebelum memasuki gerbang sekolah. Dengan sistem ini, waktu kedatangan siswa dapat terpantau secara real time.
“Alhamdulillah, dampaknya sangat positif. Kemarin bahkan 100 persen siswa tidak ada yang terlambat. Biasanya bisa sampai 30 siswa terlambat, sekarang nol,” ujar Herry.
Tak hanya siswa, guru juga diwajibkan melakukan absensi digital sebelum pukul 07.00 WIB. Hasilnya, sekitar 95 persen guru tercatat datang tepat waktu.
“Ini menjadi langkah awal kami membangun budaya disiplin. Kalau guru disiplin, siswa disiplin, insyaallah yang lain akan mengikuti,” tambahnya.
Selain sebagai alat absensi, kartu digital tersebut juga memiliki fungsi ganda. Kartu berbarcode itu dapat digunakan sebagai kartu perpustakaan digital, kartu identitas siswa, serta mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi.
“Anak-anak cukup menempelkan kartu ke alat pemindai. Mudah, cepat, dan tidak ribet. Ini juga membantu petugas perpustakaan karena data peminjaman tercatat otomatis,” jelas Herry.
Sejalan dengan penerapan teknologi, SMPN 2 Padang juga memperkuat program ko kurikuler untuk mendukung Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Di antaranya pembiasaan makan bergizi, adab makan, serta pelaksanaan salat Zuhur berjamaah bagi seluruh warga sekolah.
“Ketika waktu Zuhur tiba, tidak ada aktivitas lain selain persiapan salat berjamaah, termasuk guru,” katanya.
Sekolah juga aktif mendorong siswa mengikuti program Smart Surau, yang membiasakan siswa datang ke masjid sejak pagi, beribadah, berolahraga, hingga sarapan bersama.
“Program ini sangat positif. Anak-anak jadi terbiasa bangun pagi, ke masjid, dan hidup sehat,” ujarnya.
Untuk siswa kelas IX, sekolah telah menyiapkan program belajar tambahan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang akan digelar pada April mendatang. Pelajaran tambahan difokuskan pada Bahasa Indonesia dan dilaksanakan empat kali dalam sepekan.
“Kami memaksimalkan tenaga guru internal tanpa biaya tambahan. Alhamdulillah berjalan lancar,” ungkap Herry.
Menjelang Ramadan dan ujian, pihak sekolah juga mengajak orang tua untuk ikut berperan mendampingi anak belajar di rumah.
“Waktu sangat singkat. Kami berharap anak-anak tetap fokus, dan orang tua bisa mendukung dari rumah agar persiapan ujian berjalan optimal,” tutupnya.(Bg)



0 Komentar