Padang | MT.com – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Kota Padang menggelar kegiatan peningkatan mutu pendidikan melalui workshop bertajuk “Mengajar dengan Hati, Berkarya dengan Teknologi” di ZHM Premier Hotel, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada transformasi sumber daya guru dan tenaga kependidikan dalam menghadapi tantangan pembelajaran modern.
Workshop tersebut menghadirkan berbagai materi strategis, mulai dari pemanfaatan teknologi digital, pendekatan deep learning, hingga implementasi kurikulum berbasis cinta dalam proses pembelajaran.
Kabid Penmed Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, H.Hendri Pani Diaz, M.A, menyampaikan kepada Sumbarlivetv, bahwa saat ini dunia pendidikan tengah menghadapi dua pendekatan baru, yakni pembelajaran mendalam (deep learning) dan kurikulum berbasis cinta.
“Pendekatan deep learning mendorong guru mengajar dengan kedalaman materi namun tetap mudah dipahami siswa. Sementara kurikulum berbasis cinta menekankan pendekatan hati—lemah lembut, santun—yang terbukti lebih efektif membantu siswa memahami materi yang sulit,” ujarnya.
Menurut Hendri, perubahan tersebut menuntut peningkatan kompetensi guru, terutama dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran serta penyusunan materi esensial yang tidak sekadar bersifat permukaan.
Ia menambahkan, legiatan ini bertujuan untuk: meningkatkan kompetensi guru berbasis digital,memperkuat kemampuan menyusun materi pembelajaran yang mendalam,serta mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar.
“Kita berharap guru memiliki target perubahan, baik dalam kualitas pembelajaran, komitmen, integritas, maupun disiplin. Semua harus berorientasi pada mutu, bukan sekadar selesai,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 6 Padang H.Yakub S.Pd.I.M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan internal sebagai bagian dari penguatan kapasitas menjelang tahun ajaran baru. Ia menyoroti pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi yang kini lebih akrab dengan peserta didik.
“Anak-anak saat ini sangat dekat dengan teknologi, bahkan seringkali lebih cepat memahami dibanding guru. Karena itu, guru perlu terus berinovasi agar pembelajaran tetap relevan dan menarik,” katanya.
Selain itu, pendekatan kurikulum berbasis cinta dinilai penting untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan humanis.
“Dengan pendekatan hati, rasa senang siswa akan tumbuh. Jika sudah ada rasa cinta terhadap pembelajaran, materi akan lebih mudah diterima,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, salah satunya Dr. Darwin yang memberikan materi terkait kebijakan pendidikan madrasah.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan berbagai sesi diskusi dan praktik. Meski mengalami penyesuaian anggaran, pihak sekolah tetap berkomitmen melaksanakan kegiatan ini sebagai agenda tahunan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Melalui kegiatan ini, MTsN 6 Padang berharap terjadi perubahan pola pikir (mindset) guru, peningkatan disiplin, serta penguatan karakter pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan berdaya saing, tutup Yakub.(Bunga,)


0 Komentar