Padang | MT.com — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Sumatera Barat menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6 yang berlangsung selama dua hari, 15–16 November 2025. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai sekolah Islam terpadu di Sumbar.
Ketua JSIT Sumbar, Muhajir, S.H., M.M, menyampaikan kepada MT.com di Hotel Rocky Padang, Sabtu,15/10/25, bahwa Muswil kali ini memuat tiga agenda utama, yaitu:
Pemilihan Ketua JSIT Sumbar periode 2025–2030, Evaluasi kinerja kepengurusan dan Lokakarya serta seminar pendidikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
“Agenda kita dimulai sejak tanggal 15 sampai 16 November. Di dalamnya ada pemilihan ketua wilayah, evaluasi masa kepengurusan empat tahun terakhir, serta seminar pendidikan yang menjadi bagian dari Muswil ke-6 ini,” ujar Muhajir.
Muhajir menjelaskan bahwa pemilihan ketua dilaksanakan tanpa voting untuk menghindari potensi perpecahan, sesuai petunjuk teknis dari pusat. Proses seleksi dilakukan secara berjenjang dan objektif.
Awalnya ada 36 kandidat. Setelah observasi berlapis, mengerucut menjadi 20, lalu 10, hingga akhirnya dipilih 5 nama untuk diajukan ke pusat. Keputusan akhir berada di Majelis Tinggi JSIT bersama Ketum JSIT Pusat. Tidak ada intervensi dari wilayah,” jelasnya.
Hak suara dalam pemilihan diberikan kepada unsur BPH wilayah, Majelis Tinggi, BPH wilayah, 12 bidang, serta seluruh ketua DPD kabupaten/kota.
Muswil ke-6 JSIT Sumbar diikuti oleh sekitar 250–300 peserta, sesuai data pendaftaran melalui Google Form. Mereka terbagi dalam kelompok persidangan dan peserta lokakarya.
Pada 2022 tercatat sekitar 80 sekolah, dan jumlah tersebut meningkat selama masa bakti kepengurusan.
Sebagai rangkaian kegiatan, JSIT Sumbar juga mengadakan seminar pendidikan bertema:“Berinovasi dan Berkolaborasi dalam Membangun Pendidikan Global untuk Sumatera Barat.” Seminar menghadirkan narasumber Prof. Dr. Suqro Muhab dari Majelis Tinggi JSIT, yang juga memberikan materi pada hari pertama dan kedua.
Muhajir berharap Muswil ke-6 dapat menghasilkan pemimpin baru yang mampu membawa energi kolaboratif bagi seluruh sekolah Islam terpadu di Sumbar.
“Semoga ketua terpilih nanti bisa bekerja sama dengan semua pihak dan membawa JSIT Sumbar lebih maju. Guru-guru kita adalah tulang punggung pendidikan. Mereka bekerja 24 jam untuk mendampingi anak-anak tanpa mengenal hujan dan panas,” tuturnya.( Bg)



0 Komentar