Padang | MT.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), IDAI Cabang Sumatera Barat menggelar Pendidikan Profesi Kedokteran Anak Berkelanjutan (PROKAB) X bertajuk "Practical Across Disciplines: Early Detection, Patient Safety and Rational Management in the Community" di Hotel Truntum Padang, Sabtu-Minggu (13-14/6/2026).
Kegiatan ilmiah yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi ajang penguatan kompetensi bagi dokter spesialis anak maupun dokter umum dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak di Sumatera Barat.
Ketua IDAI Cabang Sumatera Barat, dr. Asrawati, Sp.A., Subsp.TKPS, mengatakan kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas divisi dalam ilmu kesehatan anak serta berbagai disiplin ilmu lainnya.
"Melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan ini, kami berharap kualitas pelayanan kesehatan anak di Sumatera Barat semakin baik," ujar dr. Asrawati di sela kegiatan, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, sejumlah indikator kesehatan anak di Sumatera Barat masih menjadi perhatian bersama. Di antaranya angka stunting yang masih perlu ditekan, cakupan imunisasi yang belum mencapai target nasional, hingga munculnya kembali kasus penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
"Capaian imunisasi yang belum optimal menyebabkan kekebalan kelompok atau herd immunity belum terbentuk secara maksimal. Akibatnya, beberapa waktu lalu kita masih menghadapi kasus infeksi campak dan kejadian luar biasa (KLB) yang seharusnya dapat dicegah," katanya.
Ia menegaskan, IDAI terus mendukung program pemerintah melalui penguatan keilmuan tenaga kesehatan, kerja sama dengan Dinas Kesehatan, serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kota Padang maupun kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.
Mengusung tema HUT ke-72 IDAI, "Satu IDAI, Satu Tujuan Bersama Mengawal Kesehatan Anak Indonesia", organisasi profesi tersebut juga akan melanjutkan berbagai kegiatan edukasi masyarakat, khususnya terkait pengenalan dini kegawatdaruratan pada anak.
"Jika tanda-tanda kegawatan kesehatan anak dikenali lebih awal, maka intervensi dapat dilakukan lebih cepat sehingga hasil pengobatan dan pemulihan anak menjadi lebih baik," ujarnya.
Saat ini, IDAI Sumatera Barat memiliki sebanyak 119 anggota yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Selain peserta dari berbagai daerah di Sumbar, kegiatan PROKAB X juga diikuti peserta dari sejumlah provinsi lain seperti Riau, Bengkulu, dan beberapa daerah di Pulau Jawa.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Asrawati juga mengimbau para orang tua untuk lebih aktif memantau tumbuh kembang anak guna mencegah stunting dan masalah kesehatan lainnya.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), rutin membawa anak ke posyandu untuk memantau berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, serta segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan gangguan pertumbuhan.
"Jika tinggi badan anak berada di bawah standar dan dicurigai mengalami stunting, sebaiknya segera dirujuk ke dokter spesialis anak agar dapat dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Tidak semua anak pendek adalah stunting, bisa saja ada faktor penyakit atau kondisi lain yang harus ditangani," jelasnya.
Melalui kegiatan PROKAB X, IDAI Sumatera Barat berharap kapasitas tenaga kesehatan semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal dalam mendukung terwujudnya generasi anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Jurnalis: Bunga


0 Komentar